↑ Kembali ke Sumber Daya Alam

Potensi SDA

Melihat Potensi Sumberdaya Alam Geologi Malang Raya

Daerah Malang Raya dibagi atas 3 administratif daerah yaitu : Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Administratif Batu. Daerah Malang sudah lama dikenal sebagai penghasil berbagai perkebunan bagi belanda. Selain perkebunan dan pertanian daerah malang dikenal juga sebagai penghasil perternakan.Sebagian besar daerah malang ditutupi oleh endapan kuarter Gunung api Semeru Bromo dan Arjuna Welirang. Selain endapan kuarter gunung api daerah malang juga ditutupi endapan sedimen dan batuan vulkanik Tersier di bagian selatan dan dikenal dengan old andesit formation. Endapan Gunung api kuarter dan endapan vulkanik tersier ini mengakibatkan daerah malang terkenal subur. Sehingga cocok sebagai perkebunan dan persawahan.Selain sebagai perkebunan dan persawahan daerah Malang juga memiliki sumberdaya Geologi  antara lain :
1. Potensi Energi Geotermal
Energi Geotermal ini berada di gunung berapi aktif. Hasil manifestasi berupa mata air panas , gas dan uap  tanah. Energi panas ini sebagian besar hanya digunakan sebagai Wisata. Pengunaan sebagai energi geotermal masih belum optimal dan masih berupa eksplorasi. Lokasi wisata pemandian air panas ini sangat berkembang terutama di daerah Songgoriti Batu yang banyak berdiri penginapan murah hingga hotel berkelas bintang 5.
Pemandian Air Panas di Canggar (sumber)
Daerah yang berpotensi ini antara lain : Songgoriti (Batu) dan  Canggar yang digunakan sebagai daerah wisata. Selain itu daerah Bromo dan Semeru mengandung potensi panas bumi . Saat ini 2 titik siap diekplorasi yaitu WKP (Wilayah Kerja Pertambangan) , G. Arjuna – Welirang (cadangan 130 Mwe) , Kecamatan Karangploso, dan Songgoriti – Kawi (Sumberdaya 25 Mwe) , Kecamatan Wonosari.

“Kegiatan eksplorasi ini ditaksir akan menelan biaya Rp 200 miliar. “Untuk satu titik eksplorasi diperkirakan bisa menghabiskan Rp 100 miliar,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Malang Budi Iswoyo, Jumat, 10 Mei 2013 (Tempo).

Sedangkan 1 WKP daerah Cangar (Cadangan 110 Mwe) masih belum diekplorasi.
Selain Bagian Barat Wilayah Malang , daerah Gunung Bromo , Tengger, Semeru, diminati perusahan turki sebagai daerah yang juga berpontensial.

“Perusahaan Turki yang bakal membangun energi geothermal itu sudah mendapatkan izin dari Menteri ESDM Jero Wacik. Lokasi yang dipilih adalah di kawasan Bromo-Tengger yang tak masuk dalam kawasan taman nasional. Bahkan, pembangunan energi geothermal ini tak hanya dibangun di Bromo, tapi dua tempat lainnya yaitu Gunung Lamongan dan Gunung Lawu.

“Rencananya mereka akan membangun energi  geothermal sebesar 1.100 megawatt. Jika ini dibangun, tentu saja manfaatnya akan dirasakan oleh Jatim. Sebab energi akan masuk ke perusahaan-perusahaan Jatim dan harganya murah. Kalau sudah demikian, dampaknya akan luar biasa bagi Jatim, mulai dari terserapnya tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ungkapnya.

Ketiga titik area tersebut terletak di wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo dan Mojokerto. Sebelum dieksploitasi, pemprov dan investor Turki akan melakukan survey terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan panas bumi, tingkat kepanasan, serta lokasi terbaik pengeboran”. (link)

2. Potensi Air Mineral
Daerah yang dikelilingi gunung api membuat Malang memiliki sumebrdaya air yang melimpah. Sumberdaya air ini sebagian dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum dan mineral.  Untuk mencukupi kebutuhan malang raya PDAM malang mengambil mata air mendit sebagai bahan baku dasar.

Kota Malang yang berada pada ketinggian 399-622 meter di atas permukaan laut dalam memenuhi ketersediaan air baku lebih banyak memanfaatkan sumber air yang berada di luar wilayah Kota Malang. Di antaranya, sumber air Wendit dengan debit sebesar 1.500 liter per detik, sumber air Sumbersari dan Karangploso dengan debit sebesar 40 liter per detik. Ketiga sumber air ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang.

Kota Malang juga memanfaatkan sumber air Banyuning dan Binangun yang berada dalam wilayah Kota Batu. Dalam pengelolaaannya, ketiga daerah otonom ini melakukan perjanjian kerja sama pemanfaatan mata air. Namun, tampaknya kerja sama ini mengalami ketegangan sebagai akibat dari pengaturan yang tidak detail dalam hal aspek retribusi, evaluasi, pengawasan serta konservasi atas sumber daya air. (sumber)

Selain sebagai bahan baku air minum , sebagian besar juga diambil perusaan air minum kemasan sebagai bahan baku air mineral. Berbagai perusahaan tesebar di kaki gunung Arjuna – Welirang di perbatasan Malang – Pasuruan (Pandaan) antara lain (Aqua, Tirta, Club, Aquase,Cheers dll) . Perusahaan air mineral ini mengambil mata air dari reservoar yang ada di bawah permukaan . Kedalaman pengambilan air ini berkisar 200 – 500 m dari permukaan tanah.
Konsultan ahli Aqua yang juga Senior Hidrogeologis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Heru Hendrayana, mengatakan saat ini rata-rata pengambilan air dari sumber air di wilayah Kabupaten Pasuruan oleh perusahaan air mineral hanya sebesar 30 liter per detik.
“Bahkan dalam realiasinya jumlah pengambilannya justru dibawah itu (30 liter per detik). Dan sejauh ini sebagian besar perusahaan air mineral relatif menjaga konservasi maupun kelestarian lingkungan sekitar sumber air,” kata Heru usai menjadi pembicara di Seminar Nasional FLIpMAS Legowo dalam rangka Hari Lingkungan Hidup di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini. (sumber)
Pengambilan mata air ini sebaiknya tidak berlebihan, walaupun air termasuk dalam sumberdaya yang dapat diperbaharui. Tetapi jika daerah resapan di puncak gunung semakin berkurang maka air resapan pun semakin berkurang . Oleh karena itu pentingnya kelestarian hutan dan alam agar mata ar ini selalu tersedia.
3. Potensi Logam / Mineral
 Pada wilayah selatan daerah malang termasuk kedalam fisiografi old andesit formation (Pegunungan Selatan Jawa). Secara Geologi daerah ini mengandung logam/ mineral berharga seperti emas, perak, tembaga, dan pasir besi dll. Mulai dari pelabuhan ratu, pengalengan, kulon progo, pacitan , dan banyuwangi mengandung potensi logam dan mineral. Penemuan besar yang ekonomis ini antara lain Cikotok (Pelabuhan Ratu), Cibaliung (Banten, Antam), Pongkor (Bogor, Antam), Tumpang Pitu/ Bukit Tujuh (  Banyuwangi) dll. Daerah Selatan malang selama ini sering disurvei oleh perusahaan eksplorasi baik dalam maupun luar negeri. Tetapi sayangnya masih belum menemukan cadangan yang ekonomis.
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Turen Tahun 1992, terdapat intrusi batuan beku. Intrusi batuan beku ini lah yang membawa mineral/logam ekonomis. Berdasarkan peta tersebut daerah yang berpontensi mengandung logam emas terdapat di daerah kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan dan Tempursari (Kabupaten Lumajang). daerah intrusi ini biasanya berbukit dan jauh dari penduduk. Berdasarkan peta tersebut diperkirakan pusat intrusi berada di kawasan hutan Pondok Segoro. Selain itu juga terdapat mineral ekonomis lainya seperti galena dll.
Peta Geologi Lembar Turen tahun 1992
4. Potensi Semen / Gamping
Selain terdiri dari endapan vulkanik tua (old andesit formation) bagian selatan malang juga terdiri dari endapan karbonat tersier. Endapan karbonat ini digunakan sebagai bahan baku utama semen. Sebagian besar endapan ini terdapat di kecamatan donomulyo, gedangan, batur , sumbermanjing wetan dan Pagak (Kabupaten Malang). Endapan Karbonat ini memiliki ciri khas dilihat dari geomorfologinya yang berbukit bukit dan terdapat gua – gua akibat pelarutan gamping. Endapan ini sering disebut sebagai Karst.
Potensi gamping ini sudah diincar sejak lama sebagai bahan baku semen. Pada tahun 2007 grup Bosowa sempat menjajaki kemungkinan investasi sebesar 2 trillyun rupiah.Keseriusan ini dibuktikan dengan kunjungan Aksa Mahmud –ipar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bos Bosowa, ke Malang pada Mei 2007 . Namun rencana ersebut gagal terealisasi.
Saat ini ijin untuk ekplorasi dan ekplotasi telah dikantongi oleh perusahaan PT Senopati Dirgantara Perkasa. PT Senopati Dirgantara Perkasa siap menggelontorkan investasi Rp 3-4 triliun. nvestasi jumbo —untuk ukuran Malang– ini disiapkan PT Senopati dengan menggandeng investor asing dan investor domestik.

Perusahaan yang dikenal berbisnis aspal dan stasiun pengisian bahan bakar elpiji ini akan membangun pabrik semen di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

“Sekarang tahap menunggu persetujuan DPR soal peta wilayah pertambangan,” kata Kukuh, Selasa 14 Mei 2013. Investor telah siap. Demikian pula pemerintah berkomitmen memberi izin lokasi.

Untuk sementara, menurut Kukuh, rencana investasi tersebut belum bisa dieksekusi karena moratorium tambang batuan dan mineral masih diberlakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Kami tidak bisa apa-apa kalau moratorium IUP belum dicabut. Semoga ada dispensasi IUP buat daerah kami,” kata Kukuh.

Menurut Kukuh, Senopati berminat membangun pabrik semen setelah melihat ribuan hektare pertambangan batu kapur atau karst yang menjadi bahan baku utama semen. Sekitar 60 persen pertambahan batu kapur berada di lahan milik Perhutani dan selama ini ditambang secara tradisional oleh masyarakat.

Senopati sudah mengincar potensi bahan baku semen yang melimpah di wilayah selatan Kabupaten Malang sejak 2009. Saat itu perusahaan berencana menanamkan modal sekitar Rp 2,5 triliun.Pabrik semen yang direncanakan berkapasitas produksi 2 juta ton per tahun (sumber).

Sayangnya sifat pertambangan batugamping sangat merusak dan merubah morfologi alam. sehingga perlu dikaji mendalam tentang dampak linkungan dari pertambangan tersebut. Saat ini kegiatan skala kecil telah dilakukan di kecamatan sumbermanjing wetan.

5. Potensi Galian C

Sebagian besar Galian C berasal dari endapan gunung berapi di sekitar malang. Galian ini biasanya dari hasil endapan sungai. Sebagian besar galian C ini berupa sirtu (Pasir dan Batu) untuk digunakan sebagai bahan bangunan.Selain itu banyak juga terdapat intrusi andesit dari gunung parasiter. Batuan andesit ini juga digunakan sebagai bahan bangunan.

Bahan tambang galian C ini terutama tersebar di Malang Selatan. Pasir terbaik berasal dari endapan letusan Gunung Semeru yang mengalir hingga ke Lumajang. Pasir Semeru ini dikenal sebagai pasir terbaik di indonesia. Selain daerah seperti ampelgadi, Dampit dan Tirtoyudo. daerah Seklatan di perbatasan kabupaten Blitar juga mempunyai endapan pasir yang bagus terutama dari hasil endapan Gunung Kelud.

Sedangkan batuan kapur tersebar di kecamatan Sumber Manjing weta, pagak hingga gondang legi. Sebagian masyarakat memanfaatkan sebagai campuran semen maupun sebagai pondasi bangunan.